"Ayo Merit"

Ketika salah seorang sahabat bernama Ukaf bin Wida'ah al-Hilali (ra)
menemui Rasulullah (saw) dan mengatakan bahwa ia belum menikah, beliau
bertanya, "Apakah engkau sehat dan mampu?" Ukaf menjawab, "Ya,
alhamdulillah." Rasulullah saw bersabda, "Kalau begitu, engkau termasuk
teman setan. Atau engkau mungkin termasuk pendeta Nasrani dan engkau
bagian dari mereka. Atau (bila) engkau termasuk bagian dari kami, maka
lakukanlah seperti yang kami lakukan, dan termasuk sunnah kami adalah
menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang
membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang
membujang." Kemudian Rasulullah (saw) menikahkannya dengan Kultsum
al-Khumairi. (HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah)

Anas bin Malik (ra) berkata, telah bersabda Rasulullah (saw),
"Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya.
Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya
lagi." (HR Thabrani dan Hakim)

Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri2
Nabi (saw) tentang peribadatan beliau. Setelah mendapat penjelasan,
masing2 ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata,
"Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus." Yang lain berkata,
"Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya."
Ketika hal itu didengar oleh Nabi (saw), beliau keluar seraya bersabda,
"Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu? Demi Allah,
sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa diantara kalian. Akan
tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan
aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai
sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku." (HR Bukhari dan Muslim)

Ibnu Mas'ud (ra) pernah berkata, "Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi,
sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah swt
sebagai seorang bujangan." (Ihya Ulumuddin hal. 20)

Dalam suatu kesempatan Imam Malik (rah.a) pernah berkata, "Sekiranya
saya akan mati beberapa saat lagi, sedangkan istri saya sudah meninggal,
saya akan segera menikah." Demikian rasa takut pengarang kitab
al-Muwatha' ini kepada Allah kalau ia meninggal dalam keadaan membujang.
(30 Pertunjuk Pernikahan dalam Islam, Drs. M. Thalib)

Lalu kenapa kita masih menahan diri untuk menikah? Pengalaman
mengajarkan bahwa ternyata kita dapat menjadi semacam tempat penyalur
rejeki (dari Allah) bagi orang2 yang lemah diantara kita (istri dan
anak2, bahkan orangtua dan mertua sekaligus). Itu dapat terjadi manakala
kita telah buat keputusan untuk mengambil tanggung jawab atas mereka.
Se-akan2 Allah mengatakan bahwa Dia akan membantu kita untuk mewujudkan
setiap niat baik dan tangung jawab kita.

Allah (swt) menyukai orang2 yang dapat 'mewakili'-Nya dalam hal
pembagian rejeki. Salah satu kesukaan-Nya adalah bahwa Dia akan berikan
lebih banyak lagi rejeki kepada wakil2-Nya agar hal itu dapat bermanfaat
bagi hamba2-Nya yang ada dibawah tanggung-jawab mereka. Dan Allah (yang
menyenangi orang2 yang berbuat baik) menyukai mereka yang mengambil
tanggung-jawab atas urusan2 yang disukai-Nya.

Percayalah bahwa ketika kita buat keputusan untuk menikah, itu berarti
bahwa kita sedang menyenangkan Allah. Pada saat yang sama, kita
menjadikan setan stress dan uring2-an. Pada gilirannya nanti, Allah akan
memperlihatkan bahwa hanya kepada-Nyalah semua makhluk bergantung dan
mendapatkan rejekinya. Sementara itu, setan bekerja lebih keras lagi
untuk menanamkan rasa takut terhadap segala resiko (yang mungkin timbul)
dari pernikahan, sekaligus dia berusaha menampakkan kelebihan2 hidup
sendiri (membujang).

Bila kita menikah, padahal saat ini kita (misalnya) seperti 'tulang
punggung' bagi keluarga orang

"Ring Tone"

Pusat Kajian Fiqh Islam yang berpusat di Arab Saudi akhirnya
memberlakukan
fatwa pelarangan penggunaan
ayat Al-Quran untuk nada panggil alias ringtone

Al Mujamma´ Fiqh Al Islami (Pusat Kajian Fiqh Islam), yang menginduk
kepada
Rabithah `Alam Islami yang
berpusat di Saudi akhirnya memfatwakan larangan penggunaan ayat Al-Quran
untuk nada panggil. Alasannya,
perbuatan itu secara tidak langsung merendahkan Al-Quran serta memutuskan
bacaannya. Apalagi, terkadang
juga bacaan nada panggil itu bisa berbunyi di mana saja, termasuk di
tempat-tempat yang tidak layak
Al-Quran dibacakan.

Fatwa itu dikeluarkan pada hari Rabu (7/11) kemarin, di saat Al Mujamma´
mengakhiri muktamar ke 19 nya di
Mekah. Penggunaan ringtone Al-Quran termasuk tergolong perbuatan yang
merendahkan Al-Quran. Atas dasar
itulah mereka mengeluarkan fatwa haram.

Ada pun merekam Al-Quran di hand phone dengan bertujuan agar yang
bersangkutan bisa mendengarkan tilawah
Al-Quran, itu tidak dipermasalahkan, bahkan dianjurkan, karena hal itu
termasuk wasilah untuk belajar.

Tidak hanya itu, Mujamma´ juga mengeluarkan fatwa atas bolehnya menjual
hiasan-hiasan kaligrafi, dengan
beberapa syarat, antara lain yang bersangkutan bisa menjaga benda-benda
itu
dari perbuatan-perbuatan yang
merendahkannya, serta bahan-bahan yang digunakan bukan benda-benda yang
najis.

Mujamma´ juga memperingatkan agar ayat-ayat Al-Quran ditulis dengan
jelas,
tanpa memotong huruf atau
memasukkan kalimat satu dengan kalimat yang lain, sehingga tulisan
kaligrafi
itu sulit untuk dibaca.

Sebagaimana dilarang juga membentuk tulisan ayat-ayat Al-Quran menyerupai
makhluk hidup, seperti manusia,
burung atau yang lain. Juga dilarang menggunakan tulisan-tulisan itu
untuk
hal-hal yang bisa merendahkan
nilai ayat-ayat itu, seperti menggunakannya sebagai salah satu alat
promosi
dalam kegiatan jual beli.

"I save my LOVE, Today..."

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak
itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat
sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya
dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal
tersebut.

Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat
tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat yg keras yg bahkan untuk orang
dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak
tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.

Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada
istrinya dan mengucapkan 3 kata.

PERTANYAAN :
1. Apa 3 kata itu ?
2. Apa makna cerita ini ?







Scroll down to read....





JAWABAN :

Sang Suami hanya mengatakan "SAYA BERSAMAMU SAYANG"

Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal,
tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. lagipula
seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan
terjadi.

Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yg si istri
perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yg diberikan suaminya sekarang.

Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih
sedikit permasalahan di dunia ini.

"Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil"

Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya
banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.

MORAL CERITA

Cerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan org lain atau
siapa yg salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan org yg kita kenal. hal ini
akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia.

"Jayabaya Prediction"

RAMALAN JAYABAYA
JAYABAYA PREDICTION

Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
One day there will be a cart without a horse.

Tanah Jawa kalungan wesi.
The island of Java will be circled by an iron necklace.

Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
There will be a boat flying in the sky.

Kali ilang kedhunge.
The river will loose its current.

Pasar ilang kumandhang.
There will be markets without crowds.

Iku tanda yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
These are the signs that the Jayabaya era is coming.

Bumi saya suwe saya mengkeret.
The earth will shrink.

Sekilan bumi dipajeki.
Every inch of land will be taxed.

Jaran doyan mangan sambel.
Horses will devour chili sauce.

Wong wadon nganggo pakaian lanang.
Women will dress in men's clothes.

Iku tandane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
These are the signs that the people and their civilization have been
turned upside down.

Akeh janji ora ditetepi.
Many promises unkept.

Akeh wong wani mlanggar sumpahe dhewe.
Many break their oath.

Manungsa pada seneng nyalah.
People will tend to blame on each other.

Ora ngindahake hukum Allah.
They will ignore God's law.

Barang jahat diangkat-angkat.
Evil things will be lifted up.

Barang suci dibenci.
Holy things will be despised.

Akeh manungsa mung ngutamake duwit.
Many people will become fixated on money.

Lali kamanungsan.
Ignoring humanity.

Lali kabecikan.
Forgetting kindness.

Lali sanak lali kadang.
Abandoning their families.

Akeh Bapa lali anak.
Fathers will abandon their children.

Akeh anak wani nglawan ibu.
Children will be disrespectful to their mothers.

Nantang bapa.
And battle against their fathers.

Sedulur pada cidra.
Siblings will collide violently.

Kulawarga pada curiga.
Family members will become suspicious of each other.

Kanca dadi mungsuh.
Friends become enemies.

Akeh manungsa lali asale.
People will forget their roots.

Ukuman Ratu ora adil.
The queen's judgements will be unjust.

Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
There will be many peculiar and evil leaders.

Akeh kelakuan sing ganjil.
Many will behave strangely.

Wong apik-apik pada kepencil.
Good people will be isolated.

Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin.
Many people will be too embarrassed to do the right things.

Luwih utama ngapusi.
Choosing falsehood instead.

Wegah nyambut gawe.
Many will be lazy to work.

Kepingin urip mewah.
Seduced by luxury.

Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
They will take the easy path of crime and deceit.

Wong bener thenger-thenger.
The honest will be confused.

Wong salah bungah.
The dishonest will be joyful.

Wong apik ditampik-tampik.
The good will be rejected.

Wong jahat munggah pangkat.
The evil ones will rise to the top.

Wong agung kesinggung.
Noble people will be wounded by unjust criticism.

Wong ala kepuja.
Evil doers will be worshipped.

Wong wadon ilang kawirangane.
Women will become shameless.

Wong lanang ilang kaprawirane.
Men will loose their courage.

Akeh wong lanang ora duwe bojo.
Men will choose not to get married.

Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
Women will be unfaithful to their husbands.

Akeh ibu pada ngedol anake.
Mothers will sell their babies.

Akeh wong wadon ngedol awake.
Women will engage in prostitution.

Akeh wong ijol bebojo.
Couples will trade partners.

Wong wadon nunggang jaran.
Women will ride horses.

Wong lanang linggih plangki.
Men will be carried in a stretcher.

Randa seuang loro.
A divorcee will be valued at 17 cents.

Prawan seaga lima.
A virgin will be valued at 10 cents.

Duda pincang laku sembilan uang.
A crippled men will be valued at 75 cents.

Akeh wong ngedol ngelmu.
Many will earn their living by trading their knowledge.

Akeh wong ngaku-aku.
Many will claims other's merits as their own.

Njabane putih njerone dadu.
It is only a cover for the dice.

Ngakune suci, nanging sucine palsu.
They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.

Akeh bujuk akeh lojo.
Many will use sly and dirty tricks.

Akeh udan salah mangsa.
Rains will fall in the wrong season.

Akeh prawan tuwa.
Many women will remain virgins into their old age.

Akeh randa nglairake anak.
Many divorcees will give birth.

Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.
Newborns will search for their fathers.

Agama akeh sing nantang.
Religions will be attacked.

Perikamanungsan saya ilang.
Humanitarianism will no longer have importance.

Omah suci dibenci.
Holy temples will be hated.

Omah ala saya dipuja.
They will be more fond of praising evil places.

Wong wadon lacur ing ngendi-endi.
Prostitution will be everywhere.

Akeh laknat.
There will be many worthy of damnation.

Akeh pengkhianat.
There will be many betrayals.

Anak mangan bapak.
Children will be against father.

Sedulur mangan sedulur.
Siblings will be against siblings.

Kanca dadi mungsuh.
Friends will become enemies.

Guru disatru.
Students will show hostility toward teachers.

Tangga pada curiga.
Neighbours will become suspicious of each other.

Kana-kene saya angkara murka.
And ruthlessness will be everywhere.

Sing weruh kebubuhan.
The eyewitness has to take the responsibility.

Sing ora weruh ketutuh.
The ones who have nothing to do with the case will be prosecuted.

Besuk yen ana peperangan.
One day when there will armagedon.

Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
In the east, in the west, in the south, and in the north.

Akeh wong becik saya sengsara.
Good people will suffer more.

Wong jahat saya seneng.
Bad people will be happier.

Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul.
When this happens, a rice cooker will be said to be an egret.

Wong salah dianggep bener.
The wrong person will be assumed to be honest.

Pengkhianat nikmat.
Betrayers will live in the utmost of material comfort.

Durjono saya sempurna.
The deceitful will decline even further.

Wong jahat munggah pangkat.
The evil persons will rise to the top.

Wong lugu kebelenggu.
The modest will be trapped.

Wong mulyo dikunjoro.
The noble will be imprisoned.

Sing curang garang.
The fraudulent will be ferocious.

Sing jujur kojur.
The honest will unlucky.

Pedagang akeh sing keplarang.
Many merchants will fly in a mess.

Wong main akeh sing ndadi.
Gamblers will become more addicted to gambling.

Akeh barang haram.
Illegal things will be everywhere.

Akeh anak haram.
Many babies will be born outside of legal marriage.

Wong wadon nglamar wong lanang.
Women will propose marriage.

Wong lanang ngasorake drajate dhewe.
Men will lower their own status.

Akeh barang-barang mlebu luang.
The merchandise will be left unsold.

Akeh wong kaliren lan wuda.
Many people will suffer from starvation and inability to afford
clothing.

Wong tuku nglenik sing dodol.
Buyers will become more sophisticated.

Sing dodol akal okol.
Sellers will have to use their brains and muscle to do business.

Wong golek pangan kaya gabah diinteri.
In the way they earn a living, people will be as rice paddies being
swung around and blown up.

Sing kebat kliwat.
Some will go wild out of control.

Sing telah sambat.
Those who are not ambitious will complaint of being left behind.

Sing gede kesasar.
The ones on the top will get lost.

Sing cilik kepleset.
The ordinary people will slip.

Sing anggak ketunggak.
The arrogant ones will be impaled.

Sing wedi mati.
The fearful ones will not survive.

Sing nekat mbrekat.
The risk takers will be successful.

Sing jerih ketindhih.
The ones who are afraid of taking the risks will be crushed under foot.

Sing ngawur makmur,
The careless ones will be wealthy.

Sing ngati-ati ngrintih.
The careful ones will whine about their suffering.

Sing ngedan keduman.
The crazy ones will get their portion.

Sing waras nggagas.
The ones who are mentally and physically healthy will think wisely.

Wong tani ditaleni.
The farmers will be controlled.

Wong dora ura-ura.
Those who are corrupt will spend their fortune lavishly.

Ratu ora netepi janji, musna kekuasaane.
The queen who does not keep her promises will lose her power.

Bupati dadi rakyat.
The leaders will become ordinary persons.

Wong cilik dadi priyayi.
The ordinary people will become leaders.

Sing mendele dadi gede,
The dishonest persons will rise to the top.

Sing jujur kojur.
The honest ones will be unlucky.

Akeh omah ing nduwur jaran.
There will be many people own a house on horseback.

Wong mangan wong.
People will attack other people.

Anak lali bapak.
Children will ignore their fathers.

Wong tuwa lali tuwane.
Parents will not want to take their responsibility as parents.

Pedagang adol barang saya laris.
Merchants will sell out of their merchandise.

Bandane saya ludes.
Yet, they will lose money.

Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.
Many people will die from starvation in prosperous times.

Akeh wong nyekel banda nanging uripe sengsara.
Many people will have lots of money yet, be unhappy in their lives.

Sing edan bisa dandan.
The crazy one will be beautifully attired.

Sing bengkong bisa nggalang gedong.
The insane will be able to build a lavish estate.

Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.
The ones who are fair and sane will suffer in their lives and will be
isolated.

Ana peperangan ing njero.
There will be internal wars.

Timbul amarga para pangkat akeh sing pada salah paham.
As a result of misunderstandings between those at the top.

Durjana saya ngambra-ambra.
The numbers of evil doers will increase sharply.

Penjahat saya tambah.
There will be more criminals.

Wong apik saya sengsara.
The good people will live in misery.

Akeh wong mati jalaran saka peperangan.
There will be many people die in a war.

Kebingungan lan kobongan.
Others will be disoriented, and their property burnt.

Wong bener saya tenger-tenger.
The honest will be confused.

Wong salah saya bungah-bungah.
The dishonest will be joyful.

Akeh banda musna ora karuan lungane.
There will be disappearance of great riches.

Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe.
There will be disappearance of great titles, and jobs.

Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.
There will be many illegal goods.

Bejane sing lali, bejane sing eling.
There will be many babies born without fathers.

Nanging sauntung-untunge sing lali.
Those people who forget God's Will may be happy on earth.

Isih untung sing waspada.
But those who are remember God's will are destined to be happier still.

Angkara murka saya ndadi.
Ruthlessness will become worse.

Kana-kene saya bingung.
Everywhere the situation will be chaotic.

Pedagang akeh alangane.
Doing business will be more difficult.

Akeh buruh nantang juragan.
Workers will challenge their employers.

Juragan dadi umpan.
The employers will become bait for their employees.

Sing suwarane seru oleh pengaruh.
Those who speak out will be more influential.

Wong pinter diingar-ingar.
The wise ones will be ridiculed.

Wong ala diuja.
The evil ones will be worshipped.

Wong ngerti mangan ati.
The knowledgeable ones will show no compassion.

Banda dadi memala.
The pursuit of material comfort will incite crime.

Pangkat dadi pemikat.
Job titles will become enticing.

Sing sawenang-wenang rumangsa menang.
Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.

Sing ngalah rumangsa kabeh salah.
Those who act wisely will feel as if everything is wrong.

Ana Bupati saka wong sing asor imane.
There will be leaders who are weak in their faith.

Patihe kepala judi.
Their vice regent will be selected from among the ranks of the
gamblers.

Wong sing atine suci dibenci.
Those who have a holy heart will be rejected.

Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.
Those who are evil, and know how to flatter their boss,will be
promoted.

Pemerasan saya ndadra.
Human exploitation will be worse.

Maling lungguh wetenge mblenduk.
The corpulent thieves will be able to sit back and relax.

Pitik angkrem saduwurane pikulan.
The hen will hacth eggs in a carrying pole.

Maling wani nantang sing duwe omah.
Thieves will not be afraid to challenge the target.

Begal pada ndugal.
Robbers will dissent into greater evil.

Rampok pada keplok-keplok.
Looters will be given applause.

Wong momong mitenah sing diemong.
People will slander their caregivers.

Wong jaga nyolong sing dijaga.
Guards will steel the very things they are to protect.

Wong njamin njaluk dijamin.
Guarantors will ask for collateral.

Akeh wong mendem donga.
Many will ask for blessings.

Kana-kene rebutan unggul.
Everybody will compete for personal victory.

Angkara murka ngombro-ombro.
Ruthlessness will be everywhere.

Agama ditantang.
Religions will be questioned.

Akeh wong angkara murka.
Many people will be greedy for power, wealth and position.

Nggedeake duraka.
Rebelliousness will increase.

Ukum agama dilanggar.
Religious law will be broken.

Perikamanungsan di-iles-iles.
Human rights will be violated.

Kasusilan ditinggal.
Ethics will left behind.

Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.
Many will be insane, cruel and immoral.

Wong cilik akeh sing kepencil.
Ordinary people will be segregated.

Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.
They will become the victims of evil and cruel persons.

Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.
Then there will come a queen who is influential.

Lan duwe prajurit
She will have her own armies.

Negarane ambane sapra-walon.
Her country will measured one-eighth the circumference ofthe world.

Tukang mangan suap saya ndadra.
The number of people who commit bribery will increase.

Wong jahat ditampa.
The evil ones will be accepted.

Wong suci dibenci.
The innocent ones will be rejected.

Timah dianggep perak.
Tin will be thought to be silver.

Emas diarani tembaga.
Gold will be thought to be copper.

Dandang dikandakake kuntul.
A rice cooker will be thought to be an egret.

Wong dosa sentosa.
The sinful ones will be safe and live in tranquility.

Wong cilik disalahake.
The poor will be blamed.

Wong nganggur kesungkur.
The unemployed will be rooted up.

Wong sregep krungkep.
The diligent ones will be forced down.

Wong nyengit kesengit.
The people will seek revenge against the fiercely violent ones.

Buruh mangluh.
Workers will suffer from overwork.

Wong sugih krasa wedi.
The rich will feel unsafe.

Wong wedi dadi priyayi.
People who belong to the upper class will feel insecure.

Senenge wong jahat.
Happiness will belong to evil persons.

Susahe wong cilik.
Trouble will belong to the poor.

Akeh wong dakwa dinakwa.
Many will sue each other.

Tindake menungsa saya kuciwa.
Human behaviour will fall short of moral enlightenment.

Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.
Leaders will discuss and choose which countries are their favourites
and which ones are not.

Wong Jawa kari separo,
The Javanese will remain half.

Landa-Cina kari sejodo.
The Dutch and the Chinese each will remain a pair.

Akeh wong ijir, akeh wong cethil.
Many become stingy.

Sing eman ora keduman.
The stingy ones will not get their portion.

Sing keduman ora eman.
The ones who receive their portion will be generous.

Akeh wong mbambung.
Street beggars will be everywhere.

Akeh wong limbung.
Bewildered persons will be everywhere.

Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.
These are the signs that the people and their civilization have been
turned upside down.

=========================================

Akeh wong ora semangat kerja ning malah mbukaki email
lan website nganti moco blog ke uwong liya.
Many unspirit to work but checking email and browsing and reading somebody's blogs also.

========================================
Setelah lelah bekerja...
biasa bergerilya cari artikel yang enak di baca
eh nemu juga di blog sebelah
"Dro...gw copi paste ye? :D

"Coment ye...satu batang coklat menantimu :D"

Berikan sedikit waktu ye...tuk sekedar menorehkan goresan tangan mungilmu.,tapi inget jangan asal ngomonk.,
"gw gampar loe..."
wakakakakakaka...............

Recent Comments